RESENSI FILM “SELAM (SALAM) 2013”
RESENSI FILM “SELAM (SALAM) 2013”
Nama : Aufi Nadila
NIM : 201520039
Kelas : BKI 1/A
Assalamu’alaikum
Wr.Wb
Baiklah kali ini saya meresensi
sebuah film yang berasal dari Turki guna memenuhi tugas Mata Kuliah Ilmu Kalam,
dengan adanya resensi ini semoga teman-teman dapat merasakan dan menghayati
makna-makna yang terkandung dalam film ini, tentunya setelah menontonnya hehe.
Judul
Film : Selam (Salam)
Direktur : Levent Demirkale
Produser : Eyup Sabri Koc
Pemain/Artis : Burcin Abdullah, Selma Alisphic
Penata
Musik : Yucel Arzen
Sinematografi : Aydin Iz
Asal
Negara : Turki
Bahasa :
Turki
Tanggal
Rilis : 29 Maret 2013 (Turki)
Durasi : Senegal, Turki, Bosnia dan Kabul
(Afghanistan)
Penokohan :
·
Bucin Abdullah sebagai Zehra (Zahra)
·
Yunus Emre Yildirimer sebagai Harun
·
Hsan Nihat Kurkcu sebagai Adem (Adam)
·
Tina Cvitanovic sebagai Sasha (Sasha murid Adam)
·
Muhamed Dupovac sebagai Almir (Almir murid Adam)
·
Asja Pavlovic sebagai Irina (Teman Adam)
·
Canan Uzun sebagai Zeynep (Zainab istri Adam)
Film ini mengisahkan tiga orang guru yang berjuang
dalam tiga negara yang berbeda. Mereka bertiga
berasalah dari negara yang sama yaitu Turki, mereka membawa misi salam ke- 3
Negara. Di awal film kita akan menyaksikan ketiga tokoh ini berada di Bandara,
dimana Zahra akan pergi ke Kabul (Afghanistan), Harun akan pergi ke Senegal
yang sedang berpamitan dengan ibunya, dan Harun yang akan pergi ke Bosnia.
Namun, rupanya Zahra sebelum pergi sempat bertemu Harun dan mereka tampak
saling memiliki rasa, namun Harun tampak jelas keberatan dalam mengungkapkannya
dan ya film berganti scene.
Seperti alur film ini yang maju mundur hehe, disini
saya tidak akan membawakan resensi yang berurutan dan menceritakan detail film
pada umumnya, ya tentu saja semua resensi merupakan SPOILER maka dari itu supaya
teman-teman lebih penasaran saya hanya menceritakan detail-detail yang
menggugah bagi saya.
Pertama kali yang saya rasakan saat menonton film
ini adalah perpisahan orang-orang hebat (ketiga guru itu) pergi meninngalkan
orang-orang yang mereka sayangi, keluarga, ayah, ibu, dan anak, menjadi
terasing di Negeri orang demi membawa sebuah misi yaitu Salam. Dimana salam ini
berarti ungkapan sambutan sekaligus bermakna seakan-akan memberitahu “kemarilah,
berasama saya anda aman.” Kaarena ketiga guru ini membawa misi ke negara-negara
yang mana dahulu mereka terjadi peperangan, sehingga menimbulkan dampak yang
luar biasa bagi masyarakatnya terkhusus anak-anak. Mereka membawa misi
perdamaian, rasa aman, dan penyatu perbedaan yang ada, serta membenarkan faham
perspektif yang semula dianggap buruk.
Nah, pada awalnya scene tertuju pada sebuah keluarga
di Senegal, dan anaknya mengalami kecelakaan karena terjatuh di bebatuan. Disini
sang kakak dari anak tersebut menyimpan dendam kepada orang-orang kulit putih
karena tidak memberi tumpangan untuk membawa keluarganya ke Rumah Sakit. Datangnya
Harun saat mengajar disana menyatukan perspektif dan menghilangkan ketidak
samaan ras dan warna kulit, yang semula dianggap orang berkulit putih sangatlah
tidak baik dan yang berkulit hitam hanya bisa menjadi pelayannya. Tapi disini
Harun membawa Misi Salam dimana semua terasa seperti sahabat bahkan keluarga
baginya.
Pada scene lain, kita akan menjumpai Adam yang
berusaha menyatukan kedua muridnya yang berselisih karena adanya perbedaan ras,
dan akidah. Dimana Almir mencoba membunuh Sasha yang akhirnya mereka berdua
tercebur dalam sungai yang deras airnya. Disana adam yang sebelumnya hendak
pulang karena telah memberi janji pada isterinya ketika melahirkan nanti,
tetapi Adam harus rela meninggalkan keluarganya untuk menyelamatkan kedua
muridnya dan menyatukan mereka. Adam berpesan kepada Almir untuk menjadi Jembatan
jangan menjadi Sungai, dan kita datang dengam Salam.
Dan Zahra sebagai tokoh utama wanita, mendapati sebuah
kejadian diamana dia terjebak dalam ladang ranjau bersama muridnya Salim,
karena salim mengejaara seekor kambing, jika tertangkap maka akan diberikannya
daging. Ya, keluarga salim begitu kekurangan sejak ayahnya meninggal karena
peperangan, bahkan adiknya sempat sakit karena kurangnya supan gizi. Zahra
disini membawa bantuan kepada keluarga Salim, walaupun sempat ditolak oleh
ibunya karena bantuan tersebut berasal dari orang Turki. Lagi-lagi perbedaan
ras ini hadir karena adanya peperangan yang menimbulkan dendam dan rasa benci. Tapi
akhirnya semuanya bisa bersatu dalam perbedaan.
Begitulah momentum penggugah jiwa saya dalam film
ini, membuat saya teiris sekaligus kagum akan perbedaan yang ada. Eits.. tapi
ada satu kutipan yang saya simpan dari film ini.
“Kebencian
tidak akan membahagiakan siapapun. Tidak anda, atau orang dihadapan anda. Apa anda
mau tau kebahagiaan yang sebenarnya? Hiduplah untuk kebahagiaan orang lain. Tanpa
mengharap balasan.”
Saya menyadari dalam hal ini, terutama sebagai
muslim yang mengenal bahwa Islam adalah agama yang rahmatan lil ‘alamin, menjadikan saya tergugah untuk menyampaikan
rasa damai, aman dan nyaman dalam kehidupan bermasyarakat. Selain itu juga film
ini mengugah saya untuk melakukan seuah tindakan walaupun hal kecil yaitu
membantu orang-orang yang kekurangan terlebih mereka yang masih merasakan
peperangan dan penjajahan seperti Palestina, Suriah dan lainnya. Mungkin dari
yang terdekat dulu, kita bisa melakukannya pada teman sekelas apakah sudah
memberikan rasa nyaman dan damai ketika bersama kita, apakah sudah memberikan
pertolongan ketika membutuhkan. Karena tanpa sadar rasa tidak nyaman, tidak
aman dan terusik itu hadir karena sikap ketidak pedulian kita terhadap sesama.
Nah, itulah gambaran film Salam yang telah saya
saksikan, bagaimana? Apakah sekarang teman-teman ingin menonton juga? Film ini
saya rekomendasikan untuk teman-teman karena banyak sekali nilai-nilai positif
dan berbudi luhur untuk kita contoh, terlebih film ini adalah tontonan nyata
alias bersumber dari kisah nyata. Mungkin sekian tulisan saya kali ini, saya
akhiri. See you on the next time_^
Wassalamu’alaikum
Wr.Wb

Komentar
Posting Komentar