INI DIA TUHAN BARU (Harta, Tahta, Kuasa)
CATATAN BELAJAR ILMU KALAM KE-3
NAMA : AUFI NADILA
NIM : 201520039
KELAS : BKI 1/A
Assalamu’alaikum Wr.Wb
Ba’da
salam terucap tentu pujian-pujian serta ungkapan syukur yang patut kita
panjatkan kehadirat Ilahi Rabbi Tuhan Semesta Alam. Berkat karunia dan rahmat-Nya
yang senantiasa melimpahi kita sehingga dapat mengemban dan menimba ilmu-ilmu
yang juga diberikan oleh-Nya melalui perantara insan-insan mulia. Shalawat dan
salam senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita Baginda Rasulullah S.A.W
Sang Pelopor peradaban, ebaik-baik teladan dan pembawa risalah akhir zaman bagi
ummatnya.
Ucapan
terimakasih pun saya turut sisipkan pula untuk keluarga, dan juga sahabat serta
kawan-kawan yang khususnya telah setia mengingatkan akan tugas ini. Tak terasa
ini adalah subjek pembahasan terakhir yang saya paparkan dalam Tugas 1 Mata
Kuliah Ilmu Kalam, sungguh pelajaran yang sangat berharga bagi saya dapat merampungkan
tugas ini, dalam proses mengerjakannya saya pun mendapatkan berbagai macam
pelajaran baru, serta keahlian baru yang harus saya kembangkan jadi lebih baik
lagi untuk kedepannya.
Pada
tema kali ini saya angkat subjek pembahasan Kapitalisme dan Paganisme Baru
disebabkan dua hal ini adalah problem yang tidak dapat dipisahkan kemunculan
salah satunya akan membawa kerbatnya juga. Ya, begitulah jika diibaratkan dua
problem ini yang akhir-akhir masa ini saya rasakan semakin pesat dan besar
pertumbuhannya dalam masyarakat, sehingga saya tertarik untuk mengambil langkah
mengenalkan sebuah perspektif yang harus kita miliki untuk menangkal dampak
buruk tentunya. Semoga ringkasan yang saya paparkan dapat bernilai positif dan bisa
membuka cakrawala kita untuk mengelola hidup dengan sebaik-baiknya,
TEMA 3 AKIDAH SEBAGAI SOLUSI
KONTEMPORER
(KAPITALISME DAN PAGANISME BARU)
Sebelum
masuk pada pembahasan kita kali ini, sebelumnya saya memberikan postingan ini
dengan tajuk Ini Dia Tuhan Baru dikarenakan dua subjek utama kali ini adalah
hal yang kembali menyeruak beberapa tahun lalu dengan perkembangan yang pesat
dan membuat kita semakin berfikir kritis dan miris mengenai kehidupan dalam
kenikmatan iman semakin terkikis. Sebab kini Tuhan Baru itu hadir menelisik
lewat sesuatu yang sangat kita dambakan, melalui hadirnya arena baru bagi hati
untuk merasa berkuasa atas hidup sehingga tanpa sadar merubah kiblat hati dan
perlahan meruntuhkan keyakinan. Dan judul tulisan saya kali ini terinspirasi
dari judul buku yang saya jadikan rujukan pada kali ini.
Saya
terinspirasi sekaligus ditampar oleh sebuah postingan akun instagram
@faktaislami.id yang menyatakan sebuah hadits Nabi S.A.W sebagai berikut ;
Imam Al-Bukhari berkata, “Abu Al-Yaman
mengabarkan kepada kami, Syu’aib mengabarkan kepada kami dari Az-Zuhri, Said
ibn Musayyab menceritakan kepadaku bahwa Abu Hurairah berkata: ‘Aku mendengar
Rasulullah S.A.W bersabda: “Kiamat tidak akan terjadi sampai pinggul wanita
kabilah Daus berlenggak-lenggok di atas Dzi Al-Khalashah. Dzi Al-Khalashah adalah
taghiyah (berhala) Daus yang mereka sembah pada masa jahiliyah.” (H.R Bukhari) –
Fakta ini dikutip dari buku terjemahan
Kitab Nihayah fil Fitan wal Mahalim karya Ibnu Kathir.
Sumber Postingan https://www.instagram.com/p/CHcZ4U3h_13/?igshid=zfrqvy6ybisw
APA
ITU KAPITALISME DAN PAGANISME BARU?
Kapitalisme atau Kapital adalah sistem ekonomi
di mana perdagangan, industri dan alat-alat produksi dikendalikan oleh pemilik
swasta dengan tujuan memperoleh keuntungan dalam ekonomi pasar. Pemilik modal
dalam melakukan usahanya berusaha untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya.
Dengan prinsip tersebut, pemerintah tidak dapat melakukan intervensi pasar guna
memperoleh keuntungan bersama, tetapi intervensi pemerintah dilakukan secara
besar-besaran untuk kepentingan-kepentingan pribadi. Dengan demikian dapat kita
ringkas bahwa kapitalisme memberikan peluang untuk sebagian orang meraup
keuntungan dengan sebesar-besarnya dan membatasi beberapa pihak untuk
mengendalikannya. Selain itu kapitalisme
juga mendapatkan kritikan dalam teorinya, karena dipandang tidak rasional dan
belum tentu dapat diterima oleh semua kalangan. Jelas adanya penolakan dari
beberapa kalangan dikarenakan kapitalisme hanya menguntungkan sepihak dan
memberikan kuasa secara penuh kepada sepihak,
Kritik
kapitalisme juga mengasosiasikannya dengan kesenjangan sosial dan distribusi
yang tidak adil dari kekayaan dan kekuasaan;
kecenderungan monopoli pasar atau oligopoli (dan pemerintah
oleh oligarki), imperialisme, perang kontra-revolusioner dan berbagai
bentuk eksploitasi ekonomi dan budaya; materialisme, represi pekerja dan
anggota serikat buruh, alienasi sosial, kesenjangan ekonomi, pengangguran, dan
ketidakstabilan ekonomi.
Sumber
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kapitalisme
Betapa
dahsyatnya dampak kapitalisme ini jika terus berkembang dengan tujuan
kesenangan pribadi semata. Selain itu kapitalisme juga membawa
saudara-saudaranya untuk menjadikan manusia sebagai budak-budak kekuasaan dan
kekayaan, dialah imperialisme dan materialisme yang berslogan HARTA, TAHTA DAN
KUASA. Dialah yang menjelma menjadi tuhan-tuhan baru saat ini,
Paganisme dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) perihal
(keadaan) tidak beragama; paham pada masa sebelum adanya (datangnya, masuknya)
agama. Paganism juga diartikan sebagai keadaan suatu kelompok yang menyembah
berhala dan pengikutnya disebut Pagan.
Jika
ada manusia menyembah benda-benda alam, seperti di Iran menyembah api, di Asia
Tengah menyembah bulan dan bintang, di India menyembah bebek dan sapi, atau di
Jepang menyembah Matahari, masih bisa dimaklumi, walau tidak bisa dibenarkan,
karena kata orang jepang matahari sudah ada sebelum kita lahir, dan jika tidak
ada matahari kita semua mati. Jadi, mereka masih mempunyai argumentasi yang
mereka anggap logis.
Sangat
berbeda keadaannya jika orang menyembah berhala, yaitu menyembah barang
ciptaannya sendiri, akan sulit diterima oleh akal tentunya kecuali dalam
keadaan tidak normal atau dalam keadaan sakit jiwa. Faktanya, sekarang banyak
sekali orang menyanjung, memuja, serta mengagungkan benda ciptaannya sendiri
melebihi kapasitas kemampuan barang tersebut. Lagi-lagi hal ini menjadi jelmaan
tuhan baru yang menelisik dari harta, tahta dan kuasa. Selanjutnya saya lebih focus
pada kejadian-kejadiannya saat ini pada pembahasan selanjutnya.
Sumber
Buku karya Abdullah Muadz. 2013. Ini Dia
Tuhan Baru. Cet. 1 - Jakarta: Al-Qalam
BENTUK-BENTUK KAPITALISME DAN
PAGANISME BARU
Bentuk
kapitalisme dalam kehidpan kita yang sangat lekat dengan sejarah bangsa ini
adalah masa penjajahan Belanda dengan sistem VOC-nya dan politik Devide et
Impera inilah yang berhasil memecah, mengacaukan dan menyengsarakan pribumi. Dimasa
sekarang ini, apakah ada bentuk-bentuk kapitalisme dalam kehidupan kita?
Jangankan
dahulu, sekarang ini kapitalisme sudah menjadi akar benalu dalam kehidupan kita
yang terus menghisap sari kehidupan, banyak orang yang tak sadar dibawah
pengaruh kapitalisme, merasakan nikmat namun juga terjajah, bukan hanya satu
pihak yang hatinya terjajah, namun dampaknya mempengaruhi sistem ekonomi dan
kehidupan masyarakatnya, yang mana status jabatan menentukan layaknya kehidupan
seseorang. “yang terpuruk makin terpuruk, dan yang menlangit semakin melangit.”
Itulah ungkapan salah seorang demonstran beberapa minggu lalu.
Disamping
itu juga, ditengah kapitalisme yang merantai sisi kehidupan kita, tanpa sadar paganisme
baru sudah menjelma dalam diri diantara kita. Dimana nasib-nasib digantungkan
pada ramalan mesin akurasi keberuntungan, sumber penghasilan dan gaya hidup
seseorang dijadikan sebagai pujian, seseorangnya begitu disanjung dan barang pemberian seorang
pembesar dijadikan sebagai jimat keberuntungan, bahkan seorang idola yang
perlahan menyeret pusat perhatian seseorang hingga diperlakukannya sebagai
sesembahan.
Betul
sekali, fenomena diatas telah kita saksikan dengan mata kepala kita dalam
runtutan kejadian ini sehingga dapat kita katakana seakan berhala-berhala itu berlomba
untuk merubah wujudnya agar tampil lebih elegan. Dan dunia kini sedang
menyaksikan dakwah agama paganis-konsumerisme melalui iklan di televisi. Dan setiap
waktu berbondonglah penyambut seruan itu menuju tempat-tempat ibadah elegan
yang kini menjamur sampai pinggir-pinggir kota: Mall-mall megah itulah sarana
hadirnya manusia materialis yang gila akan pamor dan fashion. Disinilah berhala
baru bernama Trend dan Mode.
Sumber
Buku karya Salim A. Fillah. 2007. Saksikan Bahwa Aku Seorang Muslim.
Yogyakarta: Pro-U Media.
MENGHADAPI KAPITALISME DAN
PAGANISME BARU DI ERA MODERN
Hal
terakhir yang saya ini sampaikan dalam tulisan ini adalah cara-cara kita
menghadapi dua jelmaan ini dalam hidup, dimana keduanya bisa merusak iman yang
bersemayam dalam hati seseorang yang tertawan slogan Hatta, Tahta dan Kuasa ini.
Dengan itu taka da jalan keluar lain selain belajar akidah yang
sebenar-benarnya dan berpegang teguh kepada syariat.
Maka
ingat-ingat ayat berikut ini sebagai tameng untuk kita membatasi diri dari
tuhan baru yang berusaha menyusup hati.
“Sesumgguhnya pemboros-pemboros itu adalah
saudara-saudara syaithan, dan Syaithan itu sangat ingkar kepada Rabbnya.” (Q.S
Al-Israa’ [17] : 27) dan
“Maka pernahkah kamu
melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai sesembahannya dan Allah
membiarkannya sesat berdasarkan ilmuNya? Dan Allah telah mengunci mati
pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan di atas penglihatannya.” (Q.S
Al-Jaatsiyah [45] : 23)
Dari
firman Allah diatas kita telah diberitahukan sekaligus diperingatkan bahwa akan
ada orang-orang yang bertindak sebagai penguasa atas hawa nafsunya. Dan telah
sampailah kita pada zaman ini, yang juga telah diberitakan oleh Rasulullah
S.A.W pada Hadits permulaan tulisan ini. Juga dikatakan, bahwa diakhir zaman aka
nada segolongan kaum yang bertindak dzalim atas kaum lainnya dan juga hadirnya
pemimpin yang dzalim.
Dengan
peringatan inilah, akhir perjumpaan kita hadir, dan tak lebih dari sebuah
pemahaman al-fakir tulisan ini dibuat tentunya tidak terlepas dari segala
kekurangan, maka dari itu, bila ada kalimat atau penyebutan yang salah mohon
dimaafkan. Sekian dan terima kasih.
Wassalamu’alaikum
Wr.Wb



Komentar
Posting Komentar